Minggu, 01 Maret 2015


ORANG TUA adalah makhluk mulia yg wajib dihormati, dalam tata krama islam terhadap orang tua, ada Rambu-rambu agar kita berhati-hati sepanjang hari dan terhindar dari dosa yg menakutkan (dosa terhadap orang tua).

ORANG TUA Adalah teladan kehidupan anak-anak. Setiap orang tua diberi tanggung jawab besar, keistimewaan luar biasa, serta anugerah karena menjadi teladan yang menentukan hidup, bahkan mungkin membentuk seseorang yang suatu hari nanti akan menjadi orang tua juga.

“dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, dan durhaka kepada orang tua, dan membunuh manusia dan sumpah palsu”. (H.R. Bukhari). Pernahkan kita membuat orang tua marah, kesal, membuat orang tua kecewa, berbuat angkuh, mengucapkan kata dengan tidak sopan, menatap orang tua dengan pandangan mata yang tajam, memaki ortu, bersikap keras dan mengabaikan orang tua, pergi keluar rumah tanpa ijin, bahkan membuat orang tua menangis sedih karena ulah kita .? (naudzubillah).
Perbuatan2 itu dalam Al-qur’an dan hadist termasuk dalam dosa besar. Allah membenci makhluk yg durhaka terhadap orang tuannya, sampai2 Allah memberikan siksa dan ancaman hukuman yang pedih bukan hanya diakhirat kelak, tp disegerakan Allah siksanya didunia.
Bahaya-bahaya durhaka, azab dan dosa durhaka terhadap orang tua.
1. Haram masuk surga.
“Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua , dan seorang dayyuts (merelakan kejahatan berlaku dalam keluargannya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh)” . [ H.R. Nasa’i dan Ahmad].

2. Dimurkai Allah SWT.
keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua orang tua”. ( H.R. al-Hakim).

3. Allah tidak menerima shalatnya.
Allah tidak akan menerima shalat orang dibenci kedua orang tuannya yang tidak menganiaya kepadannya”. (H.R. Abu al-Hasan bin Makruf).

Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima (amal kebajikannya) dari yang sunnah maupun yang fardhu, yaitu durhaka kepada orang tua, orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya, dan orang yang mendustakan takdir”. (H.R. Thabrani).

4. Dipecat sebagai pengikut nabi SAW.
“ bukan termasuk dari golongan kami orang yang diperluas rezekinnya oleh Allah lalu ia kikir dalam menafkahi keluargannya”. (H.R. ad-Dailamy).

5. Mendapat “gelar” kafir.
“jangan membenci kedua orang tuamu. Barang siapa mengabaikan kedua orang tua, maka dia kafir”. (H.R. Muslim).

6. Balasan azab dengan segera didunia.
Al-hakim dan al-Ashbahani, dari abu bakrah r.a. dari Nabi Saw, beliau bersauba,
setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunnya didalam hidupnya sebelum mati”.

7. Tidak Diampuni Dosanya.
Dari Aisyah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda, “ dikatakan kepada orang yang durhaka kepada kedua orang tua, “berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku tidak akan mengampuni. “Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orang tua, perbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku mengambunimu.” (H.R. Abu Nu’aim).

8. membatalkan Seluruh Amal.
“ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu (a) syirik kepada Allah, (b) durhaka kepada orang tua, (c) seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu dan jahil”. (H.R. Thabrani).

9. Haram mencium aroma surga.
Bau surga yang radiusnya sejauh 1000 tahun perjalanan itu tak bisa dirasakan oleh orang durhaka. Benar2 dahsyat.
sesunguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinnya barang siapa yang durhaka dan memutuskan silaturahim”. (H.R.Thabrani).

10. Terputus rezekinya.
apabila seseorang tidak meninggalkan doa bagi kedua orang tuannya, maka akan terputus rezekinya”. (H.R. ad-Dailamy).
Seseorang yang Tidak mendoakan kedua orang tuanya termasuk kategori orang yang durhaka terhadap orang tuannya. Oleh karena itu, orang tua wajib mendapatkan doa dari anaknya.

11. Orang yg mendapat Kerugian besar.
sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina orang yang mendapati atau salah satunnya sampai tua, lantas ia tidak dapat masuk surga”. (H.R. Muslim).

12. Dibenci Allah.
Barang siapa ridha kepada kedua orang tuannya, berarti ia ridha kepada Allah. Dan barang siapa membenci kedua orang tua, sungguh dia membenci Allah”. (H.R. Ibnu an-Najjar).

Itulah kenapa islam melarang dan melaknat anak yang durhaka kepada orang tuanya, dosa dan siksannya sangat pedih, dosa yg menyebabkan seseorang terjungkal kedasar neraka. semoga kita dapat mejaga perilaku dari hal-hal yang dapat menjadikan kita anak yg durhaka dan mendapat laknat Allah. Naudzubillah..

Dan rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik- baiknya”. (Q.S. al-Isra’ [17]: 23).

Janganlah kamu melihat kecilnya kesalahan, tetapi lihatlah kepada maha besarNya Allah (Dzat) yang kamu tentang”. (Az-Zahid, bilal bin Sa’ad).

Dosa membenci orangtua


Memiliki buah hati memang menjadi salah satu anugerah terindah dan kebanggaan bagi setiap orang tua. Namun tidak sedikit dari para orang tua yang karena saking sayangnya sama anak malah bersikap berlebihan dalam memanjakan dan menuruti semua keinginan anaknya. Sebagai anak, saya dulu memang bukan anak yang suka dimanja oleh orang tua, bukan hanya karena ketiadaan finansial, tapi saya merasa bahwa saya tidak memerlukan hal itu, sehingga saya pun akhirnya belajar untuk mencoba hidup mandiri.
Walau kadang terpikir setelah kini memiliki anak, saya pun ingin untuk sekali-kali memanjakan anak dengan semisal membelikannya mainan baru untuk merangsang perkembang motoriknya, atau membelikannya baju baru jika dia bisa sesuatu.
Memang apabila mendidik anak terlalu keras juga kurang tepat, namun sebaliknya juga bila terlalu memanjakan anak ternyata kurang baik lho untuk dilakukan. Selain akan membuat kita sendiri kerepotan dengan ulah manja si anak, terlalu memanjakan anak memiliki dampak negatif bagi sang anak di saat ia telah beranjak dewasa. Kita sebagai orang tua harus lebih memahami dan lebih berhati-hati dalam mendidiknya. Kita harus lebih bijaksana dan mengerti kapan waktunya untuk bersikap keras dan kapan waktunya untuk memanjakan anak.
Tentunya sebagai orang tua kita tidak boleh membiarkan anak manja selamanya kan? Ada banyak hal yang merupakan pengaruh negatif bagi anak bila terlalu dimanjakan, diantaranya adalah:
1. Kurang Peka atau Kurang Inisiatif
Karena anak telah terbiasa dilayani, ini akan membuat anak menjadi kurang peka.Kurang adanya inisiatif untuk melakukan atau menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat. Lebih baik sejak masih kecil ajarkan anak untuk mengerjakan sesuatu sendirian. Maksudnya untuk hal-hal yang mudah biarkan ia mencoba menyelesaikannya sendiri. Dan itu juga dilakukan ketika anak memang dirasa bisa untuk mengerjakan hal itu. Anak saya di usianya yang masih satu tahun, dia mulai ingin mencoba makan sendiri tanpa disuapin, walau terkadang yang ada malah bikin berantakan tapi dalam rangka proses belajar, kotor sedikit gak papa kan?
2. Jadi Pemalas
Bila anak terus dibiarkan menjadi manja,pada akhirnya anak akan cenderung menjadi seorang yang pemalas, sulit untuk menyelesaikan pekerjaan, tugas atau tanggung jawab yang sebenarnya dapat dia selesaikan. Untuk itu, rangsang terus anak untuk mencoba berbagai hal yang positif sehingga anak pun akan terpacu kreatifitasnya dan tentunya dengan tetap mendampingi anak karena walau bagaimanapun yang namanya anak terkadang datang rasa manjanya semisal ketika dia sakit. Jadi proses untuk tidak memanjakan memang butuh proses, disesuaikan pula situasi dan kondisinya.
3. Keceredasan emosional menjadi rendah
Hilangnya rasa empati, menghargai dan hilangnya rasa tanggung jawab akan membuat kecerdasan emosional sang anak menjadi rendah. Sikap ini tentunya membuat sang anak akan menjadi sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Jadi.. biarkan anak untuk melakukan setiap hal yang dia inginkan selama itu bernilai positif. Karena terkadang anak selalu dilarang-larang oleh orang tuanya sehingga anak akan takut melakukan sesuatu dan tergantung pada orang tuanya. Apalagi jika anak selalu dituruti keinginannya, maka dia akan menjadi seorang yang egois dan senang memerintah sesuatu kepada orang lain karena dia tidak terbiasa melakukan pekerjaan tersebut.
4. Sulit untuk Bersosialisasi
Salah satu akibat dari anak yang terlalu dimanja adalah akan membuat ia sulit untuk bersosialisasi. Hubungan dengan teman-temannya biasanya akan menjadi seperti seorang majikan dan anak buah. Ini terjadi karena di rumah dia tidak dibiasakan untuk mandiri, pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan sendiri dia tidak pernah melakukannya karena sudah terbiasa dilakukan oleh pembantu atau orang tuanya. Semisal ketika anak ingin makan, dia tidak mau mengambil sendiri makanannya tapi dia akan meminta sama pembantu atau orang tuanya. Beda halnya ketika anak masih kecil dan belum bisa makan sendiri, tapi alangkah repotnya kan kalau hal ini berlangsung terus sampai anak beranjak besar? Demikianlah beberapa efek negatif bila anak terlalu dimanja. Belum ada kata terlambat untuk membuat anak tidak manja dan dapat hidup mandiri. Tentunya diperlukan kesabaran dan kerja keras kita sebagai orang tua dalam merubah perilaku manja anak-anak.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Dampak negatif memanjakan anak

 
belajar mengenal diri sendiri © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com